• 8

    Jul

    Merindukan 'Nganggung' dan 'Lampu Likur' yang Hilang karena Zaman

    Saya memang belum pernah merasakan berlebaran di tanah rantau, seperti di Jakarta, Bandung, atau Tangerang dimana saya tinggal. Alhamdulillah setiap tahun saya masih dilebihkan rezeki untuk bisa mudik ke kampung halaman. Begitu pula dengan tahun ini, saya mudik bersama istri dan anak ke kampung halaman saya di Pulau Bangka. Jadi saya merasakan betul nuansa lebaran dari tahun ke tahun sejak saya masih kecil hingga sudah berkeluarga seperti saat ini. Tentu banyak sekali yang sudah berubah. Apalagi terkait dengan tradisi. Banyak hal-hal yang dulu pernah dirasakan ketika masih kecil, kini hilang dan tidak bisa dinikmati oleh generasi jaman sekarang. Dan terkadang saya sangat merindukan berbagai tradisi lebaran di masa lampau. Yang masih ada dan terlestarikan sampai saat ini adalah tradisi ber
  • 30

    Jun

    Tak Dapat THR? Ciptakan Sendiri THRmu

    THR (Tunjangan Hari Raya) memang ditunggu-tunggu. Apalagi menjelang lebaran seperti ini. Rasanya sudah gatal dan tak sabar menunggu uang ekstra untuk bekal berhari raya itu. Biasanya pemanfaatan THR memang untuk memenuhi kebutuhan hari raya seperti membeli pakaian baru, makanan dan kue-kue, atau untuk dibagi-bagikan sebagai angpao di hari raya. Yang jadi pegawai atau karyawan swasta sudah dipastikan menerima THR. Tapi bagaimana dengan yang berwirausaha, guru honorer atau guru swasta seperti saya? Berhak juga kan dengan THR? Sudah tahun kelima saya menjadi guru di sebuah sekolah swasta di sebuah Desa di pinggir Kota Tangerang. Sejak awal memutuskan jadi guru, saya sudah siap dengan berbagai konsekuensi termasuk konsekuensi keuangan seperti gaji yang bahkan waktu awal mengajar tak sampai se
  • 17

    Aug

    Pembangunan PLTN Hanya Mimpi ?

    Libur lebaran kemarin ada yang sedang ramai dibicarakan oleh orang - orang di kampung saya, yakni rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Tentu saja seperti di belahan bumi Indonesia lainnya, pembangunan PLTN sarat dengan pro dan kontra. Dan di kampung saya, banyak sekali yang menolak rencana pembangunan PLTN. Alasannya tak lain adalah resiko nuklir seperti yang banyak diberitakan oleh media massa. Mereka yang menolak beralasan, nuklir beresiko besar sangat berbahaya bagi kehidupan terutama masyarakat di sekitarnya. Sejarah mencatat, bencana Chernobyl yang terjadi pada tahun 1986 silam, mengakibatkan korban tewas sejumlah 56 orang. Itu belum termasuk kematian 4000 jiwa akibat kanker, radiasi dari reaktor nuklir yang meledak. Di bulan Agustus seperti sekarang ini, isu
-

Author

Follow Me