Tak Dapat THR? Ciptakan Sendiri THRmu

30 Jun 2015

THR (Tunjangan Hari Raya) memang ditunggu-tunggu. Apalagi menjelang lebaran seperti ini. Rasanya sudah gatal dan tak sabar menunggu uang ekstra untuk bekal berhari raya itu. Biasanya pemanfaatan THR memang untuk memenuhi kebutuhan hari raya seperti membeli pakaian baru, makanan dan kue-kue, atau untuk dibagi-bagikan sebagai angpao di hari raya.

Yang jadi pegawai atau karyawan swasta sudah dipastikan menerima THR. Tapi bagaimana dengan yang berwirausaha, guru honorer atau guru swasta seperti saya? Berhak juga kan dengan THR?

Sudah tahun kelima saya menjadi guru di sebuah sekolah swasta di sebuah Desa di pinggir Kota Tangerang. Sejak awal memutuskan jadi guru, saya sudah siap dengan berbagai konsekuensi termasuk konsekuensi keuangan seperti gaji yang bahkan waktu awal mengajar tak sampai sepertiga gaji sewaktu menjadi karyawan perusahaan swasta di Jakarta Selatan. Begitu pula dengan urusan THR. Jangankan untuk berbagi dengan orang tua, membeli baju untuk anak dan isteri pun tak cukup.

Memang ada sih uang “Kado Lebaran” dari yayasan yang diterima. Ya tadi, cukup untuk beli baju anak yang baru atau berbagi sedikit dengan orang tua, barang membeli sekilo-dua kilo daging di hari raya. Ini pun setiap tahun nominalnya bergantung kesanggupan yayasan membayarnya.

Dari pada berharap yang kurang pasti, saya pun punya ide sendiri. Sebenarnya bukan ide sendiri juga, tapi didapatkan ketika mengikuti seminar perencanaan keuangan saat bekerja di Jakarta. Solusinya adalah menciptakan THR itu sendiri.

Ya THR, tapi bukan Tunjangan Hari Raya. Melainkan Tabungan Hari Raya.

Di tahun kedua mengajar, saya juga berpikir keras. Nggak mau juga dong saat lebaran hanya gigit jari. Saya pun mulai menyisihkan sedikit penghasilan saya di sebuah tabungan khusus yang hanya bisa diambil menjelang hari raya. Kita bisa memanfaatkan tabungan berjangka yang (hampir) ada di semua Bank. Dan alhamdulillah, di hari raya tahun berikutnya saya mendapatkan uang ekstra yang bisa dipakai untuk memenuhi kebutuhan di hari raya.

Oya, tips ini tidak hanya berlaku untuk mereka yang tidak dapat THR lho. Yang dapat THR setiap tahun pun tak ada salahnya menabung untuk Hari Raya yang kebutuhannya sudah dipastikan menjadi selangit. Jadi, dapat THR atau tidak kita akan tetap punya THR. Kalaupun tidak dapat Tunjangan Hari Raya, kita sudah punya Tabungan Hari Raya.


TAGS ngaBLOGburit2015


-

Author

Follow Me