Perkembangan Radio di Indonesia

13 Sep 2013

Tak banyak yang tahu kalau tanggal 11 September kemarin, selain mengenang tragedi di gedung WTC, kita juga merayakan Hari Radio Nasional. Termasuk saya, kalau saja tidak mendengar siaran sebuah stasiun radio saya tidak tahu kalau tanggal tersebut merupakan hari penting di Negara kita. Namun ada juga yang mengatakan kalau tanggal tersebut merupakan Hari Radio Republik Indonesia (RRI), ada juga yang bilang Hari Penyiaran Nasional meskipun sebenarnya Hari Pers Nasional diperingati tanggal 9 Februari.

Radio (Ilustrasi)

Radio (Ilustrasi)

Berbicara tentang radio, apakah di era social media seperti sekarang ini perannya sudah mulai digantikan? Apakah benar radio sudah mulai kurang laku?

Menurut saya sih tidak juga. Buktinya saatnya banyak sekali stasiun stasiun radio bermunculan. Masing masing punya segmentasi pendengar tersendiri. Ada yang memutar lagu lagu pop, ada yang hanya memutar semua jenis lagu dari Indonesia saja, ada yang hanya memutar lagu dangdut, ada yang hanya menyiarkan berita dan talkshow, dan ada pula yang mengkombinasikan semuanya baik menyiarkan informasi, talkshow, maupun hiburan.

Radio di Indonesia dari Masa ke Masa

Ketika jaman pergerakan Nasional dulu, radio khususnya RRI merupakan media komunikasi yang luar biasa bermanfaat. Dengan bantuan radio, proklamasi kemerdekaan Indonesia dapat diketahui oleh hampir di seluruh wilayah nusantara. Perkembangannya pun luar biasa, dimana saat itu mulai muncul radio radio amatir yang dikelola oleh mahasiswa. Meskipun sempat dilarang oleh pemerintah, radio amatir terus eksis hingga akhirnya mulai muncul radio radio yang dikelola oleh swasta.

Di era reformasi, radio radio swasta berkembang pesat. Jika pada awal tahun 90an hanya 451 stasiun radio tercatat sebagai anggota PRSSNI (Persatuan Radio Siaran Swasta Indonesia), saat ini jumlah stasiun radio di seluruh nusantara telah melebihi angka 12.000 radio siaran. Hal ini terjadi karena masyarakat semakin kreatif menciptakan stasiun radio radio lokal.

Radio di Era Internet

Berkembang pesatnya jumlah stasiun radio juga dipengaruhi oleh perkembangan teknologi. Dengan perkembangan internet yang pesat, muncullah radio streaming yang memanfaatkan internet sebagai media penyiaran berbeda dengan radio konvensional yang menggunakan antenna sebagai pemancar. Asyiknya lagi karena menggunakan jaringan internet, siaran sebuah radio dapat didengarkan secara global. Misalnya seseorang yang sedang berada di Osaka tetap bisa mendengarkan siaran radio di Indonesia. Terlebih, akses streaming sebuah radio tidak hanya dapat dilakukan oleh komputer atau laptop yang terhubung internet, bahkan saat ini sudah dapat langsung di dengarkan melalui telepon genggam.

Selain itu ada juga radio yang menggunakan teknologi satelit yang disediakan oleh layanan televisi berbayar. Siaran radio dapat didengarkan melalui decoder dan televisi yang diterima melalui parabola. Baik radio streaming maupun radio satelit ini memiliki kelebihan seperti suara yang dihasilkannya lebih jernih karena sudah menggunakan teknologi digital.

dari berbagai sumber


TAGS sejarah radio siaran radio perkembangan radio radio streaming radio satelit #30HariNonStopNgeblo


-

Author

Follow Me