Gadgetnya Orang Indonesia

9 Sep 2013

Penggunaan Tablet di Luar Negeri

Penggunaan Tablet di Luar Negeri

Bicara soal gadget, Indonesia bisa dikatakan negeri yang subur penjualan gadgetnya. Minat orang Indonesia terhadap gadget baru selalu terbarukan. Hampir setiap launching atau peluncuran gadget terbaru, diikuti oleh antrian yang cukup panjang. Tak peduli harga selangit. Seolah olah, tidak ada orang miskin di negeri ini.

Saya pernah ikut mengantri membeli Galaxy Tab 7+ beberapa tahun silam di mal Pacific Place. Meskipun hanya menemani teman, saya harus geleng geleng kepala ikut dalam antrian yang mengular. Padahal harganya lebih dari 6 juta rupiah. Para pembeli yang berasal dari berbagai wilayah di Jadebotabek rela mengantri berjam jam. Bahkan ada yang sudah menginap sejak dini hari.

Berdasarkan data survey dari Cisco Visual Networking Index (VNI) Forecast seperti yang dikutip dari okezone, pertumbuhan penjualan gadget di Indonesia akan terus berlanjut hingga tahun 2017 mendatang. VNI memprediksikan akan ada 370 juta pengguna ponsel atau komputer tablet pada tahun tersebut. Hal ini dipicu oleh kebutuhan akan internet untuk beraktifitas di masa sekarang ini semakin meningkat.

Banyak alasan atau penyebab kenapa orang orang Indonesia gemar berburu gadget baru. Beberapa diantaranya menganggap dengan memiliki smartphone terbaru dengan kemampuan canggih, dapat meningkatkan prestise (gengsi) atau mendapat pujian dari para sahabat. Selain itu, kemudahan pembelian seperti berbagai bonus maupun kemudahan cicilan yang ditawarkan para vendor ikut merasuki pemburu gadget untuk senantiasa berburu dan mencicipi teknologi terbaru.

Orang Indonesia juga kurang memperhatikan sisi fungsionalitas sebuah gadget. Tablet misalnya, banyak digunakan hanya untuk bermain games, social networking, browsing, atau pemutar multimedia seperti musik atau video. Saya pernah bertanya kepada beberapa orang yang sedang membeli tablet. Alasan mereka membeli gadget tersebut adalah untuk hadiah anaknya atau agar anaknya bisa anteng bermain games tanpa perlu menggangu orang tua yang sedang bekerja. Tentang gengsi, banyak orang orang dengan gayanya menenteng tablet kemana mana, termasuk keliling Mal atau keluar masuk bioskop. Sengaja tidak dimasukkan ke dalam tas meskipun punggungnya sedang menggendong tas.

Lain ladang lain belalang. Berbeda dengan Indonesia, di Amerika penggunaan tablet dikhususkan untuk aktifitas tertentu. Para pekerja misalnya memanfaatkan tablet dan smartphone benar benar untuk menunjang pekerjaannya. Mulai dari editing dokumen sampai pada presentasi. Sedangkan bagi banyak pelajar, tablet digunakan untuk menunjuang aktivitas e-learning atau media belajar.

Jujur saya juga termasuk yang suka perkembangan gadget. Saya punya smartphone dengan 2 OS berbeda, tablet, dan laptop, Saya sendiri memanfaatkan kemudahan yang diberikan smartphone, termasuk untuk menunjang pekerjaan seperti kirim dan terima email, maupun untuk file-sharing. Sedangkan tablet saya gunakan untuk membaca e-book maupun untuk membantu proses belajar mengajar di sekolah.

Akhir kata, semoga kita bisa lebih bijak memanfaatkan teknologi

-