Tips Menjadi MC Pernikahan

7 Sep 2013

Jadi MC Handal

Jadi MC Handal

Hari ini untuk kesekian kalinya saya menjadi MC (Master of Ceremony) atau pembawa acara dari sebuah acara Akad Nikah.Sebelumnya saya memang terbiasa membawakan acara acara di sekolah maupun peringatan hari besar Islam di lingkungan tempat tinggal saya. Namun, untuk menjadi MC dari acara pernikahan butuh daya ekstra karena acara ini tergolong sangat formil. Saya bahkan pernah lebih gugup dari pada sang pengantin. Oleh karenanya saya selalu berhati hati dan mempersiapkannya dengan baik.

Jangan sampai dilakukan tanpa persiapan yang tentu akan menunjukkan kesan sebagai pembawa acara yang amatiran. Meskipun baru pertama kali, tunjukkan kalau sebagai MC kita dapat bertindak seperti professional. Namun memang semuanya butuh proses. Setiap kali selesai ngemsi saya selalu mengevaluasi setiap kekurangan yang ada. Kadang saya menuliskannya agar tidak lupa dan bisa memperbaikinya di lain kesempatan.

Untuk menjadi seorang pembawa cara yang baik khususnya acara akad nikah, selain mempersiapkannya dengan maksimal, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan :

1. Kostum yang digunakan

Kostum merupakan tampak fisik luar dari diri seorang pembawa acara. Kalau dari luar saja sudah tampak kurang menarik, bagaimana bisa membuat orang lain terkesan. Oleh karena itu, persiapkan kostum dengan matang. Jangan sungkan bertanya kepada panitia dress code seperti apa yang harus dikenakan. Minimal ketika tidak dipersiapkan oleh panitia, kita bisa mempersiapkannya yang mengikuti tema acara. Semisal tema acara bernuansa merah dan panitia meminta kita memakai batik, kita dapat menyiapkan batik yang berwarna merah agar tidak terlalu jomplang dengan nuansa acara.

2. Pahami Rundown dengan seksama

Sudah menjadi keharusan sebuah acara penting, terlebih seperti Akad Nikah, memiliki rundown (tata urutan) acara. Syukur syukur jika rundown tersebut dilengkapi dengan estimasi waktu pelaksanaan setiap sesi acara. Jikalau memang tidak, sebagai pembawa acara kita harus melakukan proses kreatif dan membuatnya dengan cara mendiskusikan dengan sohibul hajat.

Saya pernah punya pengalaman ngemsi akad nikah dan sang empunya acara tidak membuatkan rundown (Maklum, acara di kampung). Sedangkan saya belum sempat berdiskusi banyak dengan yang punya hajat. Hingga ketika saya datang beberapa jam sebelum acara akad nikah di mulai, saya sempat gelagapan dan bertambah gugup.

Jadi, persiapkan dengan matang. Catat setiap nama yang terlibat, seperti orang orang yang akan memberikan sambutan, Qori yang membacakan ayat Al-Quran beserta saritilawahnya, nama petugas KUA yang akan menikahkan, atau pak Kiyai yang akan memberikan khutbah nikah. Jika perlu tanyakan kepada keluarga adakah orang orang yang harus disapa secara special seperti ketua DKM, Alim ulama, atau undangan khusus.

3. Gunakan bahasa yang sesuai

Inilah pentingnya berdiskusi banyak dengan yang punya hajat. Kita bisa tau orang orang seperti apa yang akan diundang. Dengan mempelajari budaya sang punya hajat atau calon besannya kita bisa memperoleh informasi bahasa yang bagaimana yang pas dan dapat kita gunakan pada saat membawakan acara.

4. Tunjukkan Sikap terbaik

Agar tidak gugup dan dapat memperlihatkan sikap wajar dan ramah, penting bagi pembawa acara untuk beramah tamah dengan keluarga sohibul hajat. Akan lebih baik jika kita sudah kenal lebih dekat. Kalaupun belum kenal, kita bisa memanfaatkan waktu rapat panitia untuk bercengkrama dengan yang punya acara. Oleh karena itu, jangan malas untuk datang ke rapat panitia. Selain itu penting untuk hadir lebih awal ketika hari-H.

5. Tambah terus wawasanmu

Seorang pembawa acara (Semua jenis pembawa acara, tak hanya MC Akad NIkah), wajib memiliki wawasan yang terus bertambah. Mereka yang tidak memiliki wawasan yang luas, akan mudah terlihat ragu karena memiliki keterbatasa bahan pembicaraan. Rajin membaca buku dan artikel di internet seperti artikel ini :-D, rajin bersilaturrahmi, memperhatikan pembawa acara yang lain, menonton acara acara talkshow dan sebaginya, dapat memperluas wawasan seorang MC.

Sekian tips dari saya. Yuk beranikan dirimu memimpin acara acara. Mulai saja dari acara keluarga semacam arisan. Selanjutnya pasti jadi terbiasa, asal terus diasah.


TAGS MC Akad Nikah MC Pernikahan Tips Pembawa Acara #30HariNonStopNgeblog


-

Author

Follow Me